Tak dapat aku utuskan
Ku lipat semua,
Ku selitkan pada kepingan buku
Dan ku letakkan jauh,
Sentuh ke kanan,
Terbuka ia jelas terlihat,
Muncul namanya berserta pesanan ringkas,
Senyum mula terlakar,
Debunga kian mekar,
Teruja mendapat berita,
Gembira membaca kalimah,
Bahasa biasa yang mudah,
Terikat hati pada makna,
Kata indah yang didamba,
Rindu kamu teman setia.
;-)
©Raf
Dia pergi,
meninggal sekujur emosi,
kaku bersendiri,
hilang konsentrasi,
tiada puisi,
udara berhembus basi,
Kaki melangkah tak bermelodi,
bernyanyi, lagu sepi,
Dia yang baru saja kembali,
sekarang langsung pergi,
Tanpa bunyi,
hanya telepati,
terdetik melalui hati.
:-(
©Raf
Dia ibarat malam yang selalu ku rindu,
Dia malam sunyi,
Diam dan menyembunyi,
1001 cerita milikinya,
Buat aku teruja baca isinya,
Suatu penciptaan kontra,
Pada mereka yang hadir dialah yang berbeza,
Memberi tanpa menerima,
Tak juga menolak secara nyata,
Lahir suatu infiniti cinta,
Hadir tanpa di duga,
Malam yang sunyi tak bersuara,
Tiada bicara untuk mencoret cerita,
Hanya secebis memori lama,
Dia malam yang sangat memendam rasa.
Gelapnya merungkai tanda tanya,
Siapa dia? Benarkah dia?
Atau hanya sia-sia,
Malam yang tiada apa-apa sketsa,
Mungkin sebuah mimpi indah sementara,
Sebelum muncul cerita baru bersama cahaya suria,
Meninggalkan kisah semalam yang syahdu,
Dan tak akan lagi dirindu.
:')
©Raf
Kali ini aku tewas,
gagal menawan sekeping hati,
kukuh dengan pendirian,
Tetap pertahan emosi,.
tanpa goyah dengan kejujuran yang di curah,
dia insan istimewa,
menyemai cinta,
mengundang rindu,
namun hampa untuk mendapat balas bahagia,
Mungkin diala cinta,
tapi bukan jodoh kurnia-Nya,
tak apa tak mengapa,
hadirnya tetap berharga,
terima kasih sang teman seusia,
kaulah cinta kontra yang ku damba,
Walau hanya secebis waktu bersua muka.
Izinkan daku menghidup watak mu pada fantasi cinta kontra yang ku damba, don
:'(
©Raf
Saya tiada di sini,
Tapi memori itu kekal di sana,
Saat malam kotai janji,
Meja kecil tempat bersua muka,
hirup pelahan redakan panas kopi,
Berkongsi cerita aku & dia,
Dia teman muncul di mimpi,
Bisikan namanya di dalam doa,
dan mungkin bila nanti,
Bisa terluang masa.
:-)
©Raf
terpaku berdiri,
terkunci artikulasi,
melihat bayang simetri,
menafi hati,
diakah seperti dalam memori?
atau hanya halusinasi,
dia yang baru saja aku rindui,
mustahil untuk terus hadir
munculkan diri,
sedangkan aku padanya bagai
tiada identiti yang pasti.
:-(
©Raf